Tentang Sebuah Sebab


mengapa Bumi menggeliat nakal

mengapa Mani-mani mencair tak lagi kental

mengapa Langit menangis tak keruan

mengapa Perempuan-perempuan berdandan

mengapa Laut mendekat tak berjarak

mengapa Persetubuhan begitu semarak

mengapa Tanah-tanah gemar merata

mengapa Kitab mulai tak terbaca

mengapa Gunung mengamuk-amuk

mengapa Anak-anak kehilangan bentuk

mengapa Awan menjelaga

mengapa Waktu kian tak bersahaja

mengapa Pohon terukir

mengapa Raja-raja berjemaah mangkir

mengapa Adam membumi basah

mengapa Kita setiap malam gelisah

sebab Kau ada, berkata

:mendekatlah

 

 

Andi Gunawan, ruang persegi, 03 Pebruari 2010

    • The Man Who Flirt AT You
    • January 30th, 2011

    Ndi, menyoal Tuhan selalu menarik dijadikan puisi. Ini bagus, tapi aku pernah melihatnya, aku pernah melakukannya. Membuat puisi semacam ini adalah persoalan melakukan sesuatu lebih baik dari pendahulu. Tapi, kau cerdik dengan menciptakan mereka berima sepasang-sepasang, seperti Tuhan menciptakan makhluk sepasang-sepasang.

    Aku jauh lebih menyukai prosa-prosamu. Tapi, ini usaha yang luar biasa. Ijinkan aku menyesapnya sejenak lagi.

    • Terima kasih apresiasinya. Kukira, setiap yang gemar menulis pasti akan menulis tentang Tuhannya. Setidaknya sekali.

      Jangan bosan menyesap setiap kataku🙂

  1. mengapa aku harus menjejak di sini?
    karena sebuah ucapan “selamat” harus ditempelkan atas berpindahnya ke WP :))

    • Mengikuti saranmau dan yang lainnya, Om.
      Terima kasih🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: