(Bukan) Dunia Fantasi


Kamis gerimis tak romantis
mengawali hari yang kami kira manis
berubah hambar sebelum habis
menyiakan karcis-karcis

perahu kayu mengudara
angin-angin jadi ombaknya
seorang kawan menahan tawa
kawan lainnya berkata: “lebih baik aku ke Cibatok saja”

dudukan plastik pada besi-besi metalik
mengaduk perut-perut sembelit
sepasang mantan kekasih adu lirik
si wanita pasang muka pahit

bensin membakar mesin-mesin
aroma pantai yang tak lagi asin
nasi habis termakan, rupiah diuapkan kepongahan
leher ayam pun jadi santapan

dalam kotak ajaib ada yang berkedip
tak peduli lapar asal terabadikan
satu dua tiga jepret-jepret tak berkelit
anggap saja kami korban peradaban

nyata-nyata ada yang tak peduli
masih saja usaha monopoli
siapa suruh serakah hati
bukan salah kami kau merugi

laa . la la laa . la la la la la

bernyanyi hilangkan asam mulut kami
karena tembakau sudah tak terbeli
inilah memang dunia kami
bukan sekedar dunia fantasi

 

AG,  Jakarta, Pebruari 2010

 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: