Keris


Ken Arok, Mpu Gandring jadi lawan tanding
bertarung diringi gending-gending
jangan kira berebut perempuan ayu bermahktota sanggul
dengan lilitan jarit pada pinggul
berdua berdarah
tulang-tulang patah
demi pusaka alam raya terukir
lebih dari sekedar mantra-mantra pembuat sihir
besi-besi terpahat api wong kentir
panas tajam menghunus lambung raja-raja mangkir
mati meninggalkan singgasana pesona
para jelata pesta pora
keris kembali pulang ke sarungnya

-AG- Condet, Pebruari 2010
  1. Buat saya yg awam tentang sajak, KERIS enak dibaca walau dengan kata yang tak biasa digunakan dalam sajak-sajak cinta yang biasa. Pesan yang ingin disampaikan jelas lewat “keris kembali pulang ke sarungnya” walau saya mesti baca dua kali. Tapi sajak baik tetaplah baik. :)) keren bro!

    • Terima kasih apresiasinya🙂
      Kukira, pada mulanya, ini bukan sajak cinta.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: