Catatan Kebodohanku


Aku tak pandai menerka.

Yang kutahu, saat malam

dan hujan dan tangan kita tak saling genggam, kau merindu, sepertiku.

 

Aku tak pandai mengingat.

Hanya saja, namamu

seperti epitaf kekal di atas bebatuan yang menetap dalam kepalaku.

 

Aku tak pandai menari.

Hanya pada gempita pecah tawamu,

tubuhku tak dapat berhenti meliukkan gerak-gerak bahagia.

 

Aku tak pandai sendiri.

Aku ganjil yang ingin tergenapi.

Aku, cangkir kosong yang mendamba aroma teh terbaik,

mendambamu.


[AG, Depok, 14 Pebruari 2011]

  1. Coba kau tengok hatimu kk ku, dia disana.. menggengam hatimu dan tertawa di hatimu buatmu kembali menari rindu , jaga dia. Jangan izinkan pergi dari hatimu, seperti di nyata dia buatmu jadi ganjil dan merindu (:

    Kata – katamu bagus kk ku – ini aku tinggalkan jejak ku

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: