Abdi Suami


Kikuk. Takut. Ini kali pertama Sari bertandang ke rumah Drajat, lintah darat. Ia tahu betul bagaimana reputasi lelaki itu. Drajat tak pernah pelit, terlebih pada wanita.

“Suami saya bangkrut, Bang. Perlu suntikan dana untuk bayar utang dan modal. Kalau usaha barunya nanti lancar, kami cepat kembalikan.” Sari ragu-ragu menyampaikan maksudnya. Nekat. Ia tak mau melihat suaminya babak belur dan berakhir di kubangan karena tak bisa melunasi utang.

“Butuh berapa?”

“Lima juta.”

Drajat terlihat berpikir. Ia tak sedang memikirkan soal pengajuan pinjaman. Ia memikirkan hal lain yang lebih menyenangkan..

“Lima juta tak masalah, asal kau mau menginap semalam saja di sini.”

Sari tak kaget mendengarnya. Sejak awal, ia sudah siap melepas kutang.

 

[AG, Depok, Maret 2011]

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: