Selamat Sore, Hujan! Terima Kasih Sudah Menyuburkan Rindu, Kenang, dan Angan.


“Dengar, pergilah sejauh mil-mil terjauh. Pergilah untuk mencari jalan pulang, ke rumahmu, Anakku.”

Telah lama pintuku tak terketuk. Rinduku sampai hingga pucuk. Terkulai pada mahadaya yang terlupa: Gusti. Benih rindu ini, Gusti, mengakar sampai paru. Menyumbat arteri-venaku. Sesak.

Hujan berhasil mengembangbiakan rindu jadi ragu. Bulir-bulirnya bisu, pun aku dalam tunggu. Di mataku, hujan menunggu Kau datang membawa payung Kita. Meneduhkan dahaga akan tunggu.

Sehampar kenang gula-gula, melayang dalam kepala. Merindu masa muda penuh gelora. Tua, terkadang, hanyalah gumpalan sia-sia.

“Aku mau pulang.”

[AG, Depok, Maret 2011]

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: