Kemudian


Kemarin adalah lalu yang terkenang. Erupsi tempo hari
dalam drama aksara bertautan. Menari di lorong berjarak,
lincah, mengurai sebentuk makna. Umpama kitab,
kotak virtual ini suci bagi dirinya sendiri dalam pergulatan
frase mencari titik-titik. Damai.
Inti akhir yang paling habis,
penghabisan. Antara tegaknya seruan
dan tanya yang melengkung. Nanti adalah lembaran
kosong berikutnya.

[AG, Depok, Desember 2010]

  1. Kemudian adalah rahasia antara aku dan Tuhan..
    Tuhan yang mengetahui dan aku mengelabuhi..

  2. Mas Andi, terima kasih..
    Sangat bagus prosa2nya.
    Ijin copas, saya post di tukaride.net

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: