Ini Budi, Ini Ibu Budi


Adakah engkau mengkhawatirkanku

seperti pemuda mimikirkan masa depan? Yang kutahu,

doaku buatmu bukanlah sebentuk

penyesalan.


Ia wira. Berjalan satu-dua. Menuju

entah yang satu. Mencari-cari wahyu. Di belakangnya,

seorang puan tua membaca

mantra: sajakku tiada henti,

merangkai-gelung angan.


[AG, Jakarta, Mei 2011]

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: