Anomali


Gelap. Aku melihat setitik cahaya mendekat. Ada hangat yang tiba-tiba sampai ke tubuhku. Tak mau penasaran, kubuka mataku. Perlahan.

Bidadari telanjang di hadapanku. Cahaya itu ia, laki-laki.

Senyumnya mengembangkan sayap-sayap di punggungnya. Sayap-sayap itu memelukku yang serta-merta ikut dalam ketelanjangannya, dan menggigil. Sebenar-benarnya, ia begitu hangat dan aku tak berhenti menggigil. Diciumnya bibirku dan tetap aku menggigil. Ia rapatkan tubuh lembutnya ke tubuhku hingga tercipta pertemuan buah-buah pelir mungil. Aku menggigil.

Seiring erat peluknya, cahayanya kian terang. Menyilaukan. Kupejamkan mata dalam satu tarikan napas untuk menghalau silau. Saat kubuka mataku, aku tak lagi telanjang dan matahari masuk ke kamarku diam-diam, silau.

Ah, celanaku basah. Aku merasa aneh meski orang-orang menganggapnya lumrah.

[Andi Gunawan, Jakarta, 21 September 2011]

    • nathalia
    • September 21st, 2011

    wkwkwkwkwkwkwkkkk…. mandi sana Ndi!!😛

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: