Khrisna Pabichara Menelisik Buku “Kejutan!”


Tak ada yang lebih menggembirakan saat sebuah karya diapresiasi seorang kawan. Khrisna Pabichara, seorang penulis dan pejuang bahasa Indonesia, menelisik buku “Kejutan!” saya melalui akun Twitter-nya, @1bichara. Saya menyebutnya twitview–sebuah ulasan yang disampaikan melalui Twitter. Saya pernah melakukannya sekali atas buku Politweet karya Salman Aristo. Biar tak tercecer, saya susun-simpan telisik Khrisna Pabichara di sini.

  1. Tiap membaca buku, saya menghindari lebih dahulu membaca kata pengantar, prolog, atau kerabatnya, karena takut terpengaruh. #Kejutan!
  2. 2. Saya pun jarang membuka halaman terakhir demi mencari tahu riwayat pengarang. Biasanya, saya langsung baca daftar isi. #Kejutan!
  3. Kali ini, tidak. #Kejutan! menyuguhkan buah pikir @aanmansyur sebagai pengantar, dan nama pengarangnya, @ndigun, terasa amat intim.
  4. Alhasil, @aanmansyur sukses menodongkan “sejumlah hal yang membuat buku ini #Kejutan! bagiku”. Begitulah MAM mengenalkan @ndigun kepadaku.
  5. Tibalah saya pada “Seratus Buat Presiden”. Ternyata, bukan pujian, melainkan “surat kritis” seorang @ndigun kepada presidennya. #Kejutan!
  6. Ironi keluarga dengan “dongeng pengantar tidur” sebagai penakluk lapar, memampang potret buram negeri ini. #Kejutan! pertama, sungguh.
  7. Lalu, “Buat Ani”, semacam surat cinta yang menganjurkan kesederhanaan dan kesabaran kepada “yang dicinta”–juga menahan hasrat. #Kejutan!
  8. Tetapi, kenapa harus dijuduli “Buat Ani”, bukan “Buat Liza” atau “Buat Khrisna” atau buat siapa saja selain Ani? Ini #kejutan, barangkali.
  9. Lantas, “Lelaki Tua yang Kehujanan”. Saya ingat, @harigelita suka tulisan ini. Deskripsi hujan, mata lelaki tua, dan “rahasia”-nya.
  10. Namun, yang berhasil membelalakkan benak saya ialah “Tabung Gas Meledak, Dua Orang Tewas”. Dari judulnya, kita bisa tebak isi ceritanya.
  11. Tepat. Ada tabung meledak, ada yang tewas. Bukan itu kejutannya. Rokok dan ketiadaan pemantik api adalah pemicunya. Ide sederhana.
  12. Beda lagi dengan “Pesan Pendek Milik Tuan yang Tersimpan dalam Kotak”. Ada keharuan di sebalik perpisahan. Ada genangan. Kejutan.
  13. Lalu, ketika saya baca “Cinta” (hlm. 44), saya tak menduga kalimat singkat itu bisa menceritakan sesuatu yang panjang. #Kejutan!
  14. Pernahkah kamu bayangkan “cinta” itu memiliki jenis kelamin? Begitulah, kalimat singkat yang mencengangkan. Sangat, malah. #Kejutan!
  15. Sementara dalam “Catatan Kebodohanku” (hlm. 47), saya bagai becermin di kaca bening yang memantulkan kepandiran diri. Amboi! #Kejutan!
  16. Andai “Ketuhanan yang Maha Esa” dibaca oleh pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama, barangkali mereka akan berpikir. #Kejutan!
  17. Dan, ketika hati saya tiba dan halaman 75 dan mengeja “Sumiati”, saya seolah ditumbukkan pada kenyataan pahit–kisah para TKW. #Kejutan!
  18. Sesungguhnya, @ndigun sedang mendongengkan sebuah negeri yang nyaris mirip dengan Indonesia: presidennya, kekerasannya, rakyatnya.
  19. Meminjam istilah MAM, kalimat pendek atau panjang bukan sekat bagi @ndigun untuk menghadirkan kejutan demi kejutan. Menyenangkan.
  20. Jadi, rugilah mereka yang tak membeli dan membaca buku terbitan Linikala Publishing, 2011. Hanya Rp30.000 untuk “Kejutan!” karya @ndigun

Andi Gunawan, Jakarta, 26 September 2011

  1. wow mantep. aku harus beli nih

  2. mauuuuu….

  3. telat ga sii???
    baru mulai jatuh cinta sama blog ini. dan ga taunya gw yang terselubung di dunia antahberantah.
    gw baru tau beberapa hari ini dan jatuh cinta sama katakatanya.
    banyak belajar deh dari Andi Gunawan.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: