Dalam Sebuah Ruang Sempit Penuh Suara


1

Seorang pria

masih saja berlatih bagaimana caranya menyihir lupa.

Berdiri, melompat, lalu terduduk lagi. Serak suaranya

mengatur kendali atas napas yang kaku.

Sebuah nama menjamur dalam kerongkongan.

2

Seorang pria

memaki punggungnya dalam langkah menghentak

yang mempertemukannya dengan kesunyian paling sepi.

Seperti bocah kelelahan memegang alamat,

ia ingin segera kembali pada pangkalnya.

3

Seorang pria

mengangguk-anggukkan kepala.

Ia sepakat pada daya yang bukan miliknya.

Ditariknya udara dalam-dalam, diam-diam, ke dadanya. Lalu menari

dalam sebuah ruang sempit penuh suara.

—————————————————-

Depok, 26 Desember 2011


    • adelliarosa
    • December 31st, 2011

    Ah, suka ini!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: