Beberapa Hal yang Mesti Kau Catat lalu Kau Baca Saat Merasa Sendiri


Ada yang diam-diam ingin disapa olehmu. Percayalah.

Ada yang mengharap pertemuan kedua, setelah matamu mendarat di matanya, tanpa aba-aba. Ada yang setiap hari terbangun buru-buru, demi sebuah frasa ‘Selamat pagi’ dari bibirmu. Ada yang tak pernah berhenti mencatat. Sebab, setiap kalimatmu adalah peta. Ia tak mau tersesat.

Ada mata yang berbinar sempurna dalam tunduk sipu, tiap kau sebut sebuah nama, miliknya. Ada yang mengembangkan sesimpul lengkung di bibirnya, di balik punggungmu, malu-malu. Ada yang memilih terduduk saat jarakmu berdiri dengannya hanya beberapa kepal. Lututnya melemas, tiba-tiba. Ada yang tak pernah melepas telinganya dari pintu. Menunggu sebuah ketukan darimu.

Ada yang dadanya terasa berat dan kau tak pernah tahu, saat kau tak tertangkap matanya beberapa waktu. Ada yang pernah merasa begitu utuh, setelah kaki-kaki menjejak jauh darinya. Sekarang, runtuh.

Ada yang diam-diam mendoakanmu, dalam-dalam.

Percayalah.

[Pondok Indah, 9 Februari 2012]

  1. Andi, ini bagus banget..

    • nathalia
    • February 10th, 2012

    ah… teringat kejora😦

  2. Ini “dalem” banget, kak Andi =(.
    Ada yang senang mencatat tanda, agar kehadirannya kelak takkan tiada.

  3. sukaaaa🙂

  4. touching as usual

  5. ini keren! kerennya sampe ke ati.

  6. Sukak!!

    • NandaHadiyanti
    • February 10th, 2012

    reblog . reblog . reblog yay mastah😀

    • NandaHadiyanti
    • February 10th, 2012

    Reblogged this on NandaHadiyanti.

    • nathalia
    • February 29th, 2012

    Rafael Yanuar :
    Ini “dalem” banget, kak Andi =(.
    Ada yang senang mencatat tanda, agar kehadirannya kelak takkan tiada.

  7. awesome🙂

    • dea
    • April 3rd, 2012

    bagus..like it! ijin share yah mas ^^

  8. Sudah baca ini dari sejak baru di-posting.
    Entah kenapa mau bilang, terima kasih sudah menulisnya, Andi… Sekali lagi, terima kasih.

  9. gak perlu waktu lama untuk tulisan ini meresap di pikiran saya. simpel dan mengena. keren!

  10. “Ada yang tak pernah berhenti mencatat. Sebab, setiap kalimatmu adalah peta. Ia tak mau tersesat.”

    :’)

  11. Cuma bisa diam

  12. Izin copas ya mas😀

  13. Reblogged this on yangtercatatuntukdirenungi.

  14. “Ada yang diam-diam mendoakanmu, dalam-dalam. Percayalah.” Cuman bisa ngutip kak, tak terungkap kata!

  15. Reblogged this on Laninka's Mind and commented:
    one of the most touching posts🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: