Surat untuk Perempuan yang Namanya Ada dalam Tubuhku


Dear Fibula

Aku tak pernah habis pikir mengapa orang tuamu menamaimu begitu. Salah satu bagian tubuh manusia. Salah satu bagian tubuhku. Kau, bukanlah satu-satunya perempuan yang aku cintai. Aku mencintai ibuku lebih dari aku mencintaimu. Tapi kau bisa jadi orang yang paling mempengaruhi keseimbangan pikiran dan perasaanku saat itu. Kau perempuan kedua yang membuatku nyaman berada di sampingnya setelah ibuku

Aku tahu sebenarnya aku tak cukup tahu banyak tentang dirimu. Ironis? Tidak. Itu hal biasa dalam hidup. Aku memahami benar bahwa tak semua hal bisa dan harus diketahui. Bahkan perihal kekasih hati sekalipun.

Aku tak pernah mempertanyakan ketakutanmu pada binatang-binatang. Aku tak pernah menanyakan tentang reaksi spontanmu setiap kali ada tangan jahil menyentuh bagian kecil tubuhmu. Kau begitu sensitif, juga lucu. Aku tak pernah mempertanyakan soal warna ungu kegemaranmu. Aku menerima semua itu sebagai bagian dari dirimu. Bagian yang melengkapi keutuhan hidupmu.

Mengapa kita harus selalu tahu? Setiap orang memiliki sisi yang hanya miliknya dan enggan berbagi pada siapa-siapa. Sisi gelap, terang, abu-abu. Apa kita harus mengetahui semuanya seolah kita punya hak untuk itu? Tidak. Kebenaran punya waktunya sendiri untuk mengungkapkan dirinya. Itu sikapku terhadap segala rahasia yang mungkin kau simpan dariku.

Aku pernah mencintaimu dengan segala teka-teki yang melekat dalam hidupmu. Apa pun itu, karena aku pernah mencintaimu tanpa syarat. Aku pernah mencintaimu bukan karena kau adalah kekasihku. Bukan juga karena kau berada di kedua kakiku. Aku pernah mencintaimu dengan kesadaran. Aku menyadari betul sejuta nyaman yang sempat kau berikan. Ya, aku senang bersamamu.

Seperti yang kubilang soal kebenaran, ia telah memilih waktunya. Kau tahu aku tak akan pernah menikahi gadis mana pun. Kau tahu aku lebih memilih mengencani sesamaku. Semesta telah memanggil dan aku tak bisa bersembunyi lebih lama.

Satu hal yang kau juga perlu tahu: tak pernah ada bual, juga kepura-puraan, saat aku menggenggam tanganmu dulu.

Andi

    • nathalia
    • February 14th, 2012

    Fibula pasti cantik🙂

  1. no pic = hoax =))

    • NandaHadiyanti
    • February 16th, 2012

    jujur itu manis, seperti yg kamu bilang🙂

    • Nenk Lili
    • February 25th, 2012

    iyah… iyah… aku menjadi salah satu saksi betapa kamu Andi menyanyangi ia Vivi.. sebenarnya aku menjadi salah satu orang yang mendukung kalian saat itu. Saat di Ruang Kesehatan DAD Fisip 2008.🙂

    • sunnysideup
    • December 4th, 2012

    ;’)

  2. Aku pernah mencintaimu dengan segala teka-teki yang melekat dalam hidupmu yang ini dalem banget :’)

  3. its really trully deeply killing me
    hahaa agak berlebihan sih tapi
    manteeep banget😀

  1. August 17th, 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: