Seperti yang Selalu Kudengar dari Lagu-lagu Cinta


Engkaulah bintang itu: malam ini nampak
esok aku menebak –seberapa lama cahayamu
rela menggantung tanpa pelukan
sementara kembang di dadaku telah lama kuncup
rindu kau kecup seperti penyair merindu puisi yang pasar
tempat tawar-menawar segala makna
dan banyak preman perampas buah-buahan.

Hatimu buah durian: kenikmatan yang sukar dibelah
aku mesti perlahan atau segera berdarah
mengalir bersama nyanyian pengamen pasar
–yang saat kudengar hilang segala gusar.
Sebab lagu, kadang-kadang, menyimpan magis

: menguatkan sesuatu yang sulit diucapkan namun sulit ditepis.

 

[Depok, 2012]

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: