Pelajaran yang Tak Pernah Kuselesaikan


Karena kau tak selalu muncul di dalam mimpiku yang jarang,
setiap malam aku berangkat tidur lebih lama
daripada orang-orang: mendatangkanmu ke dalam kepala
bersama sepasang cangkir kopi hitam-masam
semasam airmata meluncur tanpa aba-aba
menghadirkan hangat yang asing di kedua pipiku.

Lalu cangkir ketiga adalah pertanda
bahwa sepasang sebelumnya tak pernah cukup
untuk mendatangkanmu, sebab mengingatmu selalu sama
–tak pernah jadi sederhana.

Dan ibuku masih tak bosan mengajariku hal
yang menurutnya paling sederhana di dunia:
“Jika cinta begitu rumit, ubahlah ia
menjadi perkara yang kauikhlaskan.”
Mendengar pesan ibuku, kedua lenganku yang lapang
tiba-tiba ingin sekali memeluk dirinya sendiri
sementara lengan lain memilih tanggal
dari pelukan yang menggantung di daun pintu.

Berkatalah aku kepada ibu,
“Kapal terakhir telah berlabuh ke dadanya
–bukan aku, dan pintu ini tak bisa menutup sendiri.”

Depok, 2012

 

  1. “Jika cinta begitu rumit, ubahlah ia
    menjadi perkara yang kauikhlaskan.” ~
    terima kasih Ibunya Ndigun, atas pesan sederhananya…

    • didie
    • January 7th, 2013

    aah ndigun, entah ya kenapa begitu banyak tulisan lo yg berguna buat gw, ntah di twitter yg kadang gatel banget pengen gw RT numpang curcol, entah di sini. tapi yg ini yg paling bagus, ‘jika cinta begitu rumit, ubahlah ia menjadi perkara yang kau ikhlaskan” thx so much

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: