Menggerakkan Pendidikan


apa gunanya banyak baca buku,
kalau mulut kau bungkam melulu
–Wiji Thukul

“Perubahan tidak akan terjadi jika kita tidak mau belajar,” ucap Ainun Chomsun, Sabtu (1/9) dari atas panggung Teater Bulungan. Kalimat tersebut menutup kelas umum Taman Pembelajaran untuk Perubahan yang digelar dalam rangka peringatan tahun kedua Akademi Berbagi.

Juni 2010, tanpa niat muluk selain ingin belajar, Ainun mengumpulkan beberapa temannya yang berminat memelajari copywriting melalui media sosial Twitter. Subiakto jadi gurunya, gratis. Sesederhana itulah Akademi Berbagi kemudian berkembang, karena keinginan untuk terus belajar.

Dua tahun Akademi Berbagi/ @ms_renny

Dalam kelas akbar yang menyerupai kuliah umum tersebut, Anies Baswedan, rektor Universitas Paramadina berbagi pandangannya mengenai dunia pendidikan di Indonesia. Di hadapan ratusan murid Akademi berbagi, Anies Baswedan dengan mantap mengajak siapa saja untuk menjadikan pendidikan sebagai sebuah gerakan, bukan sebuah program.

“Ini (pendidikan) masalah bersama, bukan sekadar tantangan pemerintah. Pendidikan adalah eskalator sosial dan ekonomi. Akses yang semestinya merata bagi siapa saja supaya setiap orang bisa ‘naik kelas’,” ungkapnya.

Indonesia memiliki populasi yang sangat besar. Setiap tahunnya, sebanyak 4,7 juta anak masuk SD, tetapi hanya 2,3 juta yang lulus di tahun yang sama. 2,4 juta lainnya hilang di jalan. Bayangkan dalam sepuluh tahun, jika ini terus dibiarkan, 24 anak Indonesia akan hilang di jalan. Mereka yang seharusnya jadi modal negara, justru beralih menjadi beban.

“Pendidikan adalah interaksi antarmanusia yang bisa diletakkan di mana saja. Tidak harus di sekolah,” tambahnya lagi. Hari ini, sekolah tak lebih dari sekadar mesin-mesin pencetak ijazah. Yang diburu adalah nilai, bukan kualitas manusianya. Lalu, bagaimana solusinya?

Akan butuh waktu yang lama untuk mengubah sistem pendidikan. Lebih dari sekadar mengganti menteri atau kurikulum, karena itu saja tidak cukup. Lantas, bagaimana membuat setiap orang punya akses belajar dan berbagi ilmu pengetahuan?

“Datangi lembaga pendidikan terdekat Anda, dan cari tahu apa yang bisa Anda bantu,” jawab Anies singkat. Dengan begitu, menurutnya, kita tidak akan mengubah sistem secara fundamental, tapi setidaknya bisa mengubah dari lingkup terkecil. Semangat menggerakkan pendidikan inilah yang menjadi dasar tumbuh dan berkembangnya Akademi Berbagi di berbagai kota di Indonesia.

 

 

  1. Sesi pak anies luar biasa inspiring. Makasih sudah berbagi ya🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: