Roman Picisan


1
Kutulis sebuah roman yang mereka sebut picisan.
Mereka tak pernah tahu
: kata-kata telah patah di matamu. 
 
2
Puisi berjalan-jalan.
Dari stasiun kereta, naik bus kota.
Berakhir di ranjangmu.
 
3
Sudah malam, tidurlah.
Karena hanya dalam mimpi,
kita bisa berpelukan tanpa sembunyi.
 
4
Segalanya baik-baik saja sebelum kau datang,
dan akan tetap begitu saat kau hengkang: semoga.
 
(Depok, 2012)
*Ilustrasi: Ellena
  1. jujur saja, saya ketagihan.
    seperti pecandu dengan ganjanya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: