Tentang Tubuh yang Tabah


Lengan-lengan yang melepaskan diri dari pelukan,
sedang belajar saling merelakan
seperti embun meninggalkan dedaunan. 
 
Barangkali begitulah cinta diciptakan sebagai penguji
sebab bahagia, sayang, ialah sebuah kepulangan. Maka,
pergilah tanpa keraguan. Berkelanalah ke tempat-tempat
yang jarang terbuka: bibir, lengan, dan dada.
Lalu kirimkan kepadaku sebuah kartu pos
dan puisi –tentang bagaimana memeluk jarak
dan sendiri. 
 
 
Depok, 2012
    • NandaHadiyanti
    • September 4th, 2012

    ngepas!! ahaha🙂

  1. Sakit jiwa. Keren.

  2. lo pengen gw terjun ke jurang ya?

  3. pelukan-pelukan tanpa lengan…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: