Saya Cinta Indonesia, Kamu?


Barangkali, Anda bertanya-tanya: siapa sih Andi Gunawan? Apa pentingnya dia menulis soal Indonesia? Ya, saya bukan tokoh yang paling mengerti negara ini. Saya hanya seorang bocah yang ditakdirkan bertemu dengan Agus Wahadyo, laki-laki-unyu-sok-akrab-yang-ternyata-editor. Kalau saja dia tak berusaha sok akrab hari itu, mungkin tidak akan pernah ada buku ini. Ha-ha-ha.

Saya yakin kamu termasuk orang yang seringkali mengeluhkan berbagai ihwal yang terjadi di tanah yang kita jejaki bersama ini. Pun saya. Saya mengeluh karena saya memerhatikan. Saya memerhatikan karena saya peduli. Itu satu-satunya alasan mengapa saya bergabung dalam proyek penulisan buku ini.

Apa yang saya tulis bukan sesuatu yang paling benar. Bukan pemikiran yang paling baik. Namun inilah cara saya berkontribusi memikirkan ulang apa-apa yang (mungkin) diabaikan banyak orang, dan menuliskannya sebagai sesuatu yang patut diingat. Kenapa kita mesti mengingat? Biar tetap merasa waras. Biar tidak merasa sendirian karena ternyata ada orang lain yang juga memikirkan hal yang sama. You never walk alone, istilah kerennya.

Berikut ringkasan tentang buku baru yang saya tulis bersama tiga rekan comic lainnya:

Sampul

 
 
Judul
Saya Cinta Indonesia : Ocehan Komika Tentang Kelucuan di Negerinya
ISBN
9789797943684
Penulis
Isman H. Suryaman, Sammy, Andi Gunawan, Miund
Penerbit
MediaKita
Tanggal terbit
Oktober – 2012
Jumlah Halaman
180
 
 
 
 

Kenapa orang Sunda ada yang susah membedakan arah? Saya baru menyadarinya ketika pergi ke Jogjakarta. Berkebalikan dengan karakteristik umum orang Sunda, orang Jogja umumnya sangat paham arah.

Saking pahamnya, kalau saya nanya jalan, saya tetap bingung.

“Permisi, Mas. Kalau ke Malioboro ke arah mana, ya?”

“Oh, Malioboro? Gampang itu. Ambil arah utara 500 meter, nanti ketemu persimpangan. Belok aja ke barat daya sekitar 300 meter. Belok lagi ke jalan yang tenggara, ikuti sekitar 700 meter. Nanti balik ke Utara. Gampang.”

“…Saya telepon taksi aja ya, Mas.”

“Manusia adalah sumber rasa humor, buku ini juga.” –
Pidi Baiq, Imam Besar Gerakan Panasdalam Merdeka.
 
“Lebih dari sekedar wawasan, buku ini membawa kita kepada sebuah kesadaran bahwa kekayaan utama Indonesia bukanlah alamnya, tapi kejenakaan kehidupan setiap individu yang menjadi rakyatnya.”
Pandji Pragiwaksono

 

Kamu sudah bisa pesan buku ini di bukukita.com dengan harga spesial dan bonus pin keren untuk 200 pemesan pertama. Minggu depan, buku ini sudah beredar di toko buku kawasan Jakarta dan sekitarnya. Di luar itu, menyusul segera🙂

Semoga buku ini, yang dimulai dengan niat baik, bisa diterima secara baik oleh siapa saja yang membacanya.

 

Cup!

Andi Gunawan

  1. saya suka orang Indonesia. hmmmm

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: