Mereka Menyebutnya Siklus, Aku Menyebutnya Sirkus


 

sebatang pohon melancar kencang —seperti motor di jalan lengang; seperti mellophone berpelantang; seperti jarum jahit di pelukan mesin tua dan benang-benang; seperti pena yang mencatat dirinya sendiri dalam agenda terbuang

dilewatinya batu-batu, diinjaknya tahi-tahi kambing
lalu, bagai drama televisi, lajunya melambat —menjadi sepeda gunung

sebab cermin memburam, kopi terlalu masam,
kunci rumah merupa makam

 

Oktober di Bogor, 2012

Advertisements
  1. November 16th, 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: