Setelah Hujan Reda


hujan reda, kenangan masih deras di kepala, tentang kopi dingin yang luput dari kecupan bibir kita sebab sore itu kau sibuk mengecup pikiranku dengan kisah dari masa depan sementara bibirku sibuk mencari alamat biar sampai ke lelah matamu

hujan reda, kenangan masih deras di kepala, tentang bocah-bocah yang basah dipeluk hujan bebas di halaman rumah kita dan aku serta engkau terlalu takut membaur sebab kebebasan kadang tak memberikan pilihan selain diam di tempat

hujan reda, kenangan masih deras di kepala, tentang warna abu-abu saat langit mendung semendung mataku setelah asing pelangi bertamu ke matamu dan menawarkan rumah yang lebih bebas dari sepasang lenganku

hujan reda, kenangan masih deras di kepala, tentang engkau yang kembang api dan dadaku langit malam

dor sekali, lalu tak tampak lagi

(Depok, 2012)

  1. Hujan reda tak akan pernah memerlukan waktu yang lama. Tapi, membaca tulisan-tulisan di sini menjadikan aku ingin tinggal selamanya, tentu lebih dan lebih lama dari hujan reda : )

    • Diah Wisaksono
    • November 17th, 2013

    Dashyatnya saat hujan deras mampu mengupas kenangan, mengingat saat pengembaraan dan berlayar pada lautan petualangan..🙂

    • ZeidAlbasya
    • February 22nd, 2015

    bagus. hujan reda mengingatkan tentang cinta.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: