Suatu Hari yang Panjang


Setiap pagi aku dan kau menyingkap ragu yang selimut di dada-dada sendiri dan sepasang cangkir kopi menjadi bukti genap tak melulu hangat sebab dinding setinggi dagu berlapis cat berwarna abu-abu masa lalu menguapkan kopi lebih cepat daripada lesat waktu yang malas kita hitung sebab jari-jari aku dan kau sibuk menjumlah bilangan ganjil yang mengganjal di sejengkal jarak lenganku dan lenganmu, lalu matahari menyilaukan terang masa-masa silam –saat kopiku dan kopimu saling menyelam.

Kemudian pada malam hari, aku dan kau memejam mata sembari menyapa punggung satu sama lain untuk saling menemukan. Sekali lagi.

(2012)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: