Yang Lebih Manis dari Kau


di sinilah aku sekarang,
menekuri keriaan yang terampas
oleh tahun-tahun panjang yang meninggalkan ampas
yang tak pernah bisa kita telan karena mulutku dan mulutmu
terlanjur lelah menumpahkan kata-kata yang tak perlu

di sinilah aku sekarang,
sibuk bertanya kepada sendu senja
mengapa rindu tak diurus negara saja
biar ditangkapi mereka yang tak bersalah: jarak dan isi hati
biar aku tak mesti melangkahkan kaki
mencari tahu siapa yang mengeringkan airmatamu hari ini

kemudian di sinilah aku sekarang, memeluk tubuh sendiri
sebab ada yang lebih manis dari kau: kepahitan di bibir ini

(2013)

*ditulis sembari mendengarkan album musik Dini Budiayu: Sometimes, Bitter is Sweeter, to Taste.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: