Ke Mana Kita Akan Pergi?


Di ruang-ruang maya
lidah-lidah menjulur
lebih panjang dari semestinya
bicara tentang semesta
seolah apa saja terukur
menurut kehendak mereka.

Kau dan aku terlalu asing
untuk menerima undangan pesta.

Ke mana kita akan pergi?

Di ruang-ruang tertutup
tak ada celah tersisa
bagi semut bersaudara
untuk sekadar mengecup
manis yang selalu berada
di dalam besi-besi tua.

Kau dan aku terlalu besar
untuk mencuri barang sekuku saja.

Ke mana kita akan pergi?

Di ruang-ruang terbuka
mata-mata sibuk sekali
menggenggam erat senjata
selamatkan langkah kaki sendiri
sebab kesempatan kedua
entah di mana mengurung diri.

Kau dan aku terlalu lelah
untuk menghadapi panjangnya usia.

Ke mana kita akan pergi?

Depok, 2013

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: