Malam Puisi


malam ini malam puisi
huruf-huruf mengenakan gaun dan dasi
seperti pada sebuah pesta
mereka ingin jadi pusat segala mata
beberapa menjadi pelupa
saat pintu ditutup, langkah kaki merupa
dinding yang tingginya tak mampu kau terka

malam ini malam puisi
kata-kata tiba-tiba berbaris tertib sekali
seperti pada sebuah pagi
anak-anak berderet sebelum masuk kelas
mengenakan seragam kaku
sekaku perbedaan yang oleh moral terpaku
seolah menjadi lain ialah binatang buas

malam ini malam puisi
kalimat-kalimat kompak mencari alamat
namun diam di tempat
sembari terus berkoar-koar ingin didengar
tegak tetapi tiada bergerak
sementara duka sengsara berarak beranak
memanjang dan tumbuh rindang tiada habis

malam ini malam puisi
bait-bait tertabuh melahirkan aneka bunyi
bisik, gumam, dan halo-halo
mirip bunyi langkah-langkah berkilo-kilo
terlalu jauh mereka pergi
menjangkau cahaya paling kilau dan tinggi
yang sejak semula tak pernah beranjak dari hati

Depok, 13 Februari 2014

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: