Posts Tagged ‘ #30HariMenulisSuratCinta ’

Kepada Tuan Penunggu

Hari itu aku datang terlambat dan kau masih di tempat. Tempat aku berjanji akan menemuimu.

Dalam perjalanan, aku memasrahkan diri jika kemudian hanya angin yang kutemui. Namun kau di sana, setia menungguku yang gemar tak menepati waktu. “Aku sudah terbiasa menunggu,” katamu. Aku tahu kau telah menunggu bertahun-tahun kesendirian hingga pertemuan pertama kita, ketidaksengajaan yang amat kusyukuri.

Melalui surat ini, izinkanlah aku berterima kasih karena telah kau curi waktuku yang sedikit ini dan menggantinya dengan kesenangan yang tak dapat dihitung.

Jika pada kemudian hari bukan aku yang kautemui dan itu membuatmu bersedih, ingatlah seseorang pernah begitu bahagia dalam kikuk jumpa pertamanya denganmu, aku. Jika pada kemudian hari tiada lagi yang kau tunggu sebab seseorang yang bukan aku telah membuatmu merasa utuh, ingatlah telah kurelakan kita sebagai singgahmu yang tak dapat kusanggah. Terima kasih sudah bersedia mengenalku di antara banyak kemungkinan yang lebih baik untukmu.

Kau dan aku saling tahu bahwa kita tak lebih dari sekadar kesementaraan yang mengenal usai. Terima kasih telah memulainya, Tuan.

Sejak mengenalmu, aku mengenal aku.

Advertisements

Kepada RW

Saya sedang meminum kopi sembari menanggung rindu kepada kekasih yang jauh dan tak sempurna saat mendengar kabar telah lahir seorang bayi perempuan dari rahimmu yang tangguh. Tak berselang lama, saya teringat saudariku yang lebih jauh dan tak sempurna. Ia suster di Singapura yang meninggalkan empat orang anak di pangkuanku.

Tuti hamil pertama kali sebelum menikah. Kehamilan itu memaksanya menikah dan menjadi istri bagi suami yang kemudian hari gemar memukul dan menelantarkan bocah-bocah tak bersalah. Saya jadi tahu, pernikahan ternyata bukan tujuan melainkan permulaan jalan panjang yang melelahkan. Terberkatilah mereka yang mampu bertahan secara baik.

Kepergian Tuti bekerja demi masa depan anak-anaknya menjadikan saya ibu. Percayalah RW, mengasuh anak bukan pekerjaan mudah. Sayangnya hidup tercipa sepaket dengan kesulitan-kesulitan penuh kejutan. Sungguh saya terkejut mengetahui bagaimana kau diperlakukan oleh pria penyair itu.

Continue reading