Posts Tagged ‘ lagu ’

Balada Pohon Mangga

 
Tell me his name I want to know
The way he looks and where you go
I need to see his face, I need to understand
Why you and I came to an end*
 

Aku tahu apa yang terjadi. Pada mulanya, namaku yang selalu kausebut-sebut saat malam mulai tinggi tapi kantuk belum juga menggantung di matamu. Pada mulanya, potretku yang selalu kautatap lekat-lekat saat kerinduan bertamu ke dadamu sebab hujan deras sekali; jalanan macet sekali; atau pekerjaan banyak sekali mengurungku di kantor. Pada mulanya, akulah tujuan pulangmu setelah berpergian ke mana saja: ke taman kota, ke kampung halaman, ke tempat-tempat asing yang membuatmu penasaran. Aku tahu, seseorang telah membuatmu begitu penasaran. Siapa namanya? Continue reading

Detik Tak Bertepi

Ada doa ada lara. Ada tangis dan nestapa. 
Meragu melebar jiwa. Kadang sendu kadang ceria.
Tatap angkuh penuh cela. Tiada lagi kubermanja. 
Berkeping hati berbudi. Kalang di mataku.
(Detik Tak Bertepi – Andien)
——————————————–

Hidup. Satu hal yang definisinya tak akan pernah selesai, dan selalu berganti. Saya pernah mengartikan hidup sebagai taman bermain mahaluas yang menyenangkan. Tempat saya berlari, terjatuh, lalu berlari lagi tanpa kenal kapok. Saya pernah mengartikan hidup sebagai kotak kecil. Tempat doa-doa berkumpul, diamini, dan menanti masa pengabulan yang tak dapat dikira-kira. Saya pernah mengartikan hidup sebagai panggung opera. Tempat segala drama dimulai, lalu tawa dan tangis selesai di sana. Saya pernah mengartikan hidup sebagai hutan: buas dan asing. Tempat saya begitu ingin ditemukan.

Saya pernah mengartikan hidup sebagai arena pertandingan. Tempat kaki-kaki bertarung dan saling injak. Menandai kaki siapa yang terbaik, kaki siapa yang tercela. Tempat semua orang ingin jadi pemenang. Saya pernah mengartikan hidup sebagai sarang pencuri. Tempat saya kehilangan bahu untuk bermanja-manja. Tempat saya kehilangan hati yang saya jaga. Tempat saya kehilangan kendali atas pandangan dan hari-hari depan. Tempat saya berkutat dengan perkara kebingungan tak berujung: pada (si)apa mesti percaya?

*Gambar diunduh dari sini