Posts Tagged ‘ Review ’

Kotak Musik

Any good music must be an innovation. ~ Les Baxter

Sengaja saya mengutip kalimat Les Baxter di awal tulisan ini. Saya tidak bisa tidak sepakat. Bahwa musik memang terlahir dengan inovasi. Tanpa inovasi, kita hanya akan mendengar musik-musik monoton yang membosankan sepanjang zaman. Segala hal muncul dengan kebaruan. Sebuah adapatasi terhadap perkembangan yang terjadi dalam semesta.

Bahkan pemutar musik pun terus lahir dalam format kekinian sesuai dengan laju teknologi. Bisa jadi, masih ada orang yang mendengarkan musik melalui piringan hitam. Ada, tapi tidak banyak. Hal-hal tradisional mulai ditinggalkan demi kepraktisan. Dan saya, baru saja dikejutkan oleh kehadiran sebuah pemutar musik praktis terbaru.

Sebuah benda kubus berukuran 1 x 1 x 1 inci dapat memutar musik. Tanpa tombol apa pun. Ini gila, pikir saya. Continue reading

Khrisna Pabichara Menelisik Buku “Kejutan!”

Tak ada yang lebih menggembirakan saat sebuah karya diapresiasi seorang kawan. Khrisna Pabichara, seorang penulis dan pejuang bahasa Indonesia, menelisik buku “Kejutan!” saya melalui akun Twitter-nya, @1bichara. Saya menyebutnya twitview–sebuah ulasan yang disampaikan melalui Twitter. Saya pernah melakukannya sekali atas buku Politweet karya Salman Aristo. Biar tak tercecer, saya susun-simpan telisik Khrisna Pabichara di sini.

  1. Tiap membaca buku, saya menghindari lebih dahulu membaca kata pengantar, prolog, atau kerabatnya, karena takut terpengaruh. #Kejutan!
  2. 2. Saya pun jarang membuka halaman terakhir demi mencari tahu riwayat pengarang. Biasanya, saya langsung baca daftar isi. #Kejutan!
  3. Kali ini, tidak. #Kejutan! menyuguhkan buah pikir @aanmansyur sebagai pengantar, dan nama pengarangnya, @ndigun, terasa amat intim.
  4. Alhasil, @aanmansyur sukses menodongkan “sejumlah hal yang membuat buku ini #Kejutan! bagiku”. Begitulah MAM mengenalkan @ndigun kepadaku.
  5. Tibalah saya pada “Seratus Buat Presiden”. Ternyata, bukan pujian, melainkan “surat kritis” seorang @ndigun kepada presidennya. #Kejutan!
  6. Ironi keluarga dengan “dongeng pengantar tidur” sebagai penakluk lapar, memampang potret buram negeri ini. #Kejutan! pertama, sungguh.
  7. Lalu, “Buat Ani”, semacam surat cinta yang menganjurkan kesederhanaan dan kesabaran kepada “yang dicinta”–juga menahan hasrat. #Kejutan! Continue reading