Posts Tagged ‘ Twitter ’

Pergi Belanja

ayo beli meja
di bawahnya kita akan sembunyi
dari segala norma
yang berkaki terlalu banyak

atau beli lemari
ke dalamnya kita lari
dari pengadilan pasar
dan mulut-mulutnya yang berisik

atau beli monopoli
pemberi kesempatan berkali-kali
tanpa melahirkan kesedihan
yang sulit disangkal

asal jangan beli ular tangga
cukup di sini kita tahu rasanya hampir tiba
lalu tiba-tiba kembali ke nomor tiga

(2013)

*ditulis secara tidak sengaja bersama Disa

Elang Itu Lahir

Selasa, Dua Maret Dua Ribu Sepuluh
Setelah jam makan siang –kerjaan di kantor kelar, waktu mengambang pelan.
Tweeting was my best way to fight the clock 🙂

————————————————————

@ndigun nikmatnya tinggal di negara panas ini, paling tdk ak tak pernah kedinginan. kebohongan itu t’nyata bisa menghangatkan spt kursi listrik
1:00 AM Mar 2nd via web in reply to ndigun

@ksardjana aku justru butuh balok-balok es untuk menguapkan kehangatan yg palsu, yg kunikmati -selebihnya- kusimpan rapat mengendap 🙂
1:01 AM Mar 2nd via web in reply to ksardjana

@ndigun balok es sudah tak mempan lagi. simpan tenaga dinginmu. kembalilah nanti jika langit menjadi hijau..endapkan di dasar asamu.
1:07 AM Mar 2nd via web in reply to ndigun

@ksardjana Ia sudah mengendap dg baik, terukir sbg kenangan. langit menghijau? maka aku akan menari di bawahnya nanti –tarian dingin
1:22 AM Mar 2nd via web in reply to ksardjana

@ndigun beruntung kau masih ada asa. langitpun merah menyala. ah,aku merasa terbenam dalamnya. ikutkah kau denganku? mencari langit hijau itu?
1:27 AM Mar 2nd via web in reply to ndigun

@ksardjana apakah asamu membenamkanmu? bangunlah, iringi aku ke hijau langitmu. mungkin kita masih bisa berbagi tarian sendu –tanpa sembilu
1:44 AM Mar 2nd via web in reply to ksardjana

@ndigun entah di mana asaku kini. bersama langit hijau itu mungkin. hanya elang yang bisa membawaku, dan juga kamu. kau tahu? elang itu lahir!
1:51 AM Mar 2nd via web in reply to ndigun

@ksardjana aku tahu! ia menyeruak mengaburkan asamu yg nyaris terang kala itu. aku jg tahu kau akan menang atas elang -pada suatu hari nanti
1:55 AM Mar 2nd via web in reply to ksardjana

@ndigun ah! aku menunggu langit hijau itu! maukah angin membawa nya untukku? nampaknya tidak. teman, langit ini masih merah. apa daya manusia?
1:58 AM Mar 2nd via web in reply to ndigun

———————————————————–

Daerah Khusus Imajinator  J A K A R T A

@ndigun is ME
@ksardjana is my partner in crime